top of page

Pasteurisasi pada Madu?

Updated: Nov 1, 2021



Gambar 1 Sumber: Ramesia.com (2021)

Halo, Foodies! Apa yang terlintas di benak Foodies ketika mendengar kata “pasteurisasi”? Pasti Foodies langsung tertuju pada susu pasteurisasi nih. Pasteurisasi merupakan proses pemanasan yang bertujuan untuk membunuh mikroba patogen dalam makanan sehingga dapat memperpanjang umur simpan. Pasteurisasi biasanya dilakukan pada suhu 60-100°C. Pasteurisasi memiliki 3 metode yaitu metode Batch, Low Temperature Long Time (LTLT), dan High Temperature Short Time (HTST). Kebanyakan, pasteurisasi hanya diterapkan pada susu untuk memperpanjang masa simpan susu. Namun, tidak hanya pada susu saja lho yang menggunakan metode pasteurisasi ini. Madu yang merupakan cairan manis dan berasal dari lebah madu ini juga dapat melalui proses pasteurisasi lho, Foodies. Selain itu, madu memiliki kandungan utama berupa glukosa dan fruktosa. Komposisi madu meliputi 17-20% kadar air, 80-85% karbohidrat, dan 0,5-1% protein, asam amino, vitamin, dan mineral. Nah, Foodies pasti penasaran kan gimana sih proses pasteurisasi madu ini dilakukan? Yuk, sama-sama kita simak artikelnya!


Gambar 2 Sumber:Legalherbalindonesia.co.id (2021)

Proses pasteurisasi ternyata sudah dilakukan sejak tahun 1800-an oleh Louis Pasteur. Pada mulanya, metode pasteurisasi ini hanya dilakukan pada susu dan wine saja, lho. Namun, dengan berkembangnya teknologi, saat ini pasteurisasi telah digunakan pada berbagai jenis bahan pangan. Salah satu contohnya adalah madu. Pada saat pasteurisasi, perlu perhatian khusus pada suhu yang digunakan. Suhu yang digunakan ialah 63-70°C, selama 30 menit. Jika suhu lebih dari 70°C, kualitas madu dapat terganggu. Oleh karena komponen yang tidak stabil, suhu yang dak stabil, penguraian vitamin, dan kerusakan kandungan enzim. Metode ini juga dilakukan untuk membunuh bakteri dan jamur, atau mengurangi kristalisasi pada madu.

Gambar 3 Sumber: Kompas.com (2009)

Sekarang waktunya Foodies mengenal bagaimana sih proses yang dilalui madu pada saat pasteurisasi. Tahap pertama yang dilakukan ialah memasukkan madu ke dalam panci yang bersih dan diukur suhu awalnya. Selanjutnya, madu dipanaskan hingga suhu mencapai 65°C dengan api kompor sedang. Masak madu hingga suhu mencapai 70°C dan kemudian matikan kompor. Sebelum madu dikonsumsi, madu perlu melalui proses evaporasi terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air yang tersisa di dalam madu. Maka, jadilah madu dari hasil pasteurisasi yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Nah.. sekarang Foodies sudah pada tahu kan gimana pasteurisasi madu itu? Pasti sudah dong! Kan sudah membaca artikel di atas hehe.. Nantikan artikel pengolahan pangan selanjutnya ya, Foodies! (AS).




Daftar Pustaka:

Wibowo, S.A., Lastriyanto, A., Erwan. Jaya, F., Batoro, J. (2011). Unjuk Kinerja Alat Pasteurisasi

pada Proses Pasteurisasi Madu Studi Kasus PT. Kembang Joyo Sriwijaya. Quantum Teknika 66, (2)2, 66-74. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

Tags:

435 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page