Menulis Rasa Nusantara: Culinary Journalistic Competition 2026 Padukan Karya Jurnalistik dengan Inovasi Jajanan Tradisional Indonesia ke Panggung Modern
- Sabita Zahran Aprillia
- Mar 18
- 5 min read

27 Februari 2026 - Culinary Journalistic Competition 2026 (CJC 2026) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (LPMF-TP UKWMS) pada Tanggal 27 Februari 2026 di Plaza St. Agustinus UKWMS Kampus Dinoyo. Kegiatan ini memadukan kompetisi presentasi scrapbook, video, dan replika inovasi jajanan tradisional, workshop edukatif, pameran karya, serta sesi interaktif untuk menggali kreativitas siswa/i SMA/K se-Jawa Timur dalam merancang dan menkomunikasikan inovasi jajanan tradisional secara informatif. Selama hampir satu hari penuh, kegiatan berlangsung secara terstruktur mulai dari persiapan pagi hari, pembukaan resmi, workshop kuliner, sesi presentasi peserta, hingga pengumuman pemenang pada sore hari.
CJC 2026 berhasil membawa total 9 tim berisi 3 orang yang berasal dari berbagai sekolah di Jawa Timur memasuki tahap final. Dimulai dari Pukul 09.00 pagi, para peserta secara beregu mulai berdatangan membawa karya mereka, baik berupa replika produk, scrapbook, maupun materi presentasi ke meja registrasi untuk melakukan absensi dan menerima kartu identitas. Setelah registrasi, peserta diarahkan untuk menata karya mereka di area yang telah disediakan. Registrasi tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga menjadi momen awal terciptanya atmosfer kompetisi yang penuh antusiasme.
Tepat menjelang pukul 10.00, kegiatan resmi dimulai dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh kedua pembawa acara utama, yaitu Emilia Susanto dan Jennifer Laudya (Mahasiswa FTP Angkatan 2025). Acara dibuka dengan sambutan hangat dari MC yang menyambut seluruh peserta, juri, panitia, peserta, serta tamu undangan. Setelah itu, doa pembuka dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. Salah satu momen penting dalam pembukaan adalah pemutaran video pembuka CJC yang menampilkan gambaran singkat mengenai konsep kompetisi serta perjalanan kegiatan dari tahun ke tahun. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana kegiatan, yaitu Julia (Mahasiswa FTP Angkatan 2024). Dalam sambutannya, ketua pelaksana menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan CJC 2026. Ia juga menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga platform pembelajaran bagi siswa/i SMA/K untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, analitis, dan komunikatif dalam bidang kuliner. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Dr. rer. nat. Ign. Radix Astadi Praptono Jati, S.TP., MP. selaku Wakil Dekan I FTP UKWMS yang menyoroti pentingnya inovasi pangan di tengah tantangan global saat ini. Setelah sambutan resmi, acara berlanjut pada sesi pengenalan fakultas serta penjelasan peraturan kompetisi. Melalui tayangan video dan presentasi singkat, peserta diperkenalkan dengan berbagai program akademik serta fasilitas yang dimiliki fakultas. Sesi ini juga menjadi kesempatan bagi panitia untuk menjelaskan secara rinci mekanisme kompetisi, termasuk aturan presentasi, durasi waktu, serta kriteria penilaian yang akan digunakan oleh para juri.
Salah satu sesi yang paling menarik dalam rangkaian CJC 2026 adalah workshop pembuatan “Es Pisang Ijo”, sebuah makanan tradisional khas Indonesia yang dikenal dengan cita rasa manis dan segar. Workshop ini dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing diarahkan ke laboratorium berbeda, yaitu Laboratorium Pengetahuan Bahan dengan fasilitatornya, Amel dan Keiko (Mahasiswa FTP Angkatan 2024 dan 2025), serta Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan dengan fasilitatornya, Dicky dan Elva (Mahasiswa FTP Angkatan 2024). Peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknik pembuatan hidangan tersebut mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian dari kakak fasilitator yang mendampingi. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahap demonstrasi, mulai dari pembuatan lapisan hijau berbahan dasar tepung hingga teknik penyajian yang menarik secara visual. Antusiasme para peserta juga diwujudkan melalui tugas yang diberikan oleh panitia, yaitu membuat poster yang merangkum hasil workshop serta momen berkesan selama kegiatan berlangsung. Poster wajib diunggah oleh peserta dalam bentuk feeds ke laman Instagram masing-masing setelah sesi workshop berakhir.
Setelah sesi workshop yang intensif, peserta diberikan waktu istirahat sejenak untuk menikmati snack yang telah disediakan oleh panitia. Momen ini dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk bersantai sekaligus melakukan networking dengan peserta lain. Selama kegiatan, seluruh peserta, penonton, panitia, dan pihak internal UKWMS maupun eksternal juga dapat melakukan voting karya terbaik peserta yang akan menentukan juara favorit di akhir. Voting dapat dilakukan secara online melalui G-form maupun offline di meja registrasi dengan biaya Rp 5.000,- untuk 1x vote. Menjelang sesi kompetisi, ketiga juri diperkenalkan kepada seluruh peserta. Profil singkat mereka ditampilkan melalui layar proyektor sehingga peserta dapat mengetahui latar belakang serta bidang keahlian masing-masing juri. Para juri terdiri dari akademisi dan praktisi yang memiliki pengalaman di bidang pangan, komunikasi ilmiah, dan kebahasaan, yaitu Ir. Theresia Endang Widoeri Widyastuti, MP.; Merlina Maria Barbara Apul, S.I.Kom., M.A.; dan Dr. Endah Imawati, S.Pd., M.Pd.
Sesi utama CJC 2026 dimulai dengan presentasi karya dari masing-masing kelompok peserta. Sebanyak 9 tim mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka secara bergantian di hadapan para juri. Setiap kelompok diberikan waktu sekitar sebelas menit yang mencakup pemutaran video, presentasi, serta sesi tanya jawab dengan juri. Scrapbook yang disiapkan oleh peserta menjadi media visual untuk menjelaskan konsep produk, proses pembuatan, serta keunggulan inovasi mereka. Suasana kompetisi terasa sangat dinamis dengan berbagai diskusi menarik yang muncul dari interaksi antara peserta dan juri. Setelah sesi presentasi panjang, peserta dan panitia diberikan waktu untuk beristirahat dan menikmati makan siang. Momen ini juga dimanfaatkan oleh para juri untuk melakukan diskusi internal mengenai penilaian terhadap karya peserta.
Setelah istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mini games dengan konsep kuis bertemakan jajanan tradisional yang dirancang untuk mengembalikan energi peserta. Permainan ini melibatkan partisipasi aktif peserta sehingga menciptakan suasana yang lebih santai dan interaktif. Selain memberikan hiburan, mini games juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar peserta yang sebelumnya mungkin hanya berfokus pada kompetisi.

Sebelum pengumuman pemenang, para juri memberikan sesi feedback yang berisi evaluasi umum terhadap karya peserta. Mereka memberikan berbagai masukan mengenai aspek inovasi produk, kualitas presentasi, hingga potensi pengembangan ide ke depannya. Feedback ini menjadi bagian penting dari kegiatan karena memberikan nilai edukatif yang dapat membantu peserta meningkatkan kualitas karya mereka di masa mendatang.
Puncak acara akhirnya tiba ketika MC mulai mengumumkan para pemenang kompetisi. Satu per satu nama tim dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan berupa plakat, sertifikat, golden ticket, dan hadiah khusus. Pemenang CJC 2026 diumumkan dalam enam kategori, yaitu Juara 1, Juara 2, Juara 3, Juara Favorit, Pemenang Tugas Workshop, dan Pemenang Mini Games. Juara 1 diraih oleh Tim 2 dari SMAK Santa Agnes Surabaya dengan total skor 85,33. Posisi Juara 2 dimenangkan oleh Tim 3 dari SMAK St. Louis 1 Surabaya dengan skor 84,60, sedangkan Juara 3 diraih oleh Tim 1 dari SMAK Santa Agnes Surabaya dengan skor 79,87. Sementara itu, kategori pemenang tugas workshop dimenangkan oleh Tim 7 dari SMAK Petra 4 Sidoarjo dan Tim 11 dari SMAK St. Louis 2 Surabaya. Pada kategori mini games, kemenangan diraih oleh tiga tim, yaitu Tim 3 dari SMAK St. Louis 1 Surabaya, Tim 7 dari SMAK Petra 4 Sidoarjo, serta Tim 1 dari SMAK Santa Agnes Surabaya. Sorak sorai dan tepuk tangan meramaikan suasana ketika para pemenang menerima penghargaan mereka. Momen ini menjadi puncak kebanggaan bagi para peserta yang telah bekerja keras mempersiapkan karya mereka.

Menjelang sore hari, kegiatan CJC 2026 resmi ditutup dengan sambutan penutup dari Chatarina Yayuk Trisnawati, S.TP., MP. selaku Wakil Dekan II FTP UKWMS. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi ini telah menunjukkan potensi besar siswa/i SMA/K dalam mengembangkan inovasi kuliner yang tidak hanya kreatif tetapi juga memiliki nilai ilmiah. Acara kemudian ditutup dengan doa penutup dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
CJC 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, pembelajaran, dan inspirasi bagi seluruh pihak yang terlibat. Melalui rangkaian kegiatan yang padat namun menarik, acara ini berhasil menunjukkan bahwa dunia kuliner dapat menjadi medium kreatif untuk menggabungkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan komunikasi yang efektif. Dengan semangat yang telah tercipta sepanjang hari, CJC 2026 diharapkan dapat terus berkembang di masa mendatang sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi mereka di bidang kuliner dan jurnalistik.
Sampai jumpa di kegiatan FTP selanjutnya! Have a nice day! (JVO)
.png)
















Comments