top of page

Glosarium Nata


Acetobacter xylinum : Bakteri gram negatif yang mampu menghasilkan senyawa selulosa dan memiliki derajat kemurnian tinggi, serta layak untuk dikembangkan sebagai sumber alternatif penyediaan selulosa bagi berbagai bidang industri yang membutuhkannya.


Probiotik : Dikenal sebagai mikroorganisme “baik”. Preparat yang terdiri dari mikroba hidup yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia atau hewan secara oral dan diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan manusia atau hewan dengan cara memperbaiki sifat-sifat yang dimiliki mikroba alami yang tinggal dalam tubuh manusia atau hewan tersebut.


Asam asetat glasial : Disebut juga asam asetat pekat. Cairan higroskopis tak berwarna dengan rasa asam dan bau menyengat. Alasan mengapa disebut glasial adalah karena membeku menjadi kristal asam asetat padat yang lebih dingin dari suhu kamar, yaitu 16,7 °C.


Za (Zwavelzua ammonium) : Merupakan bahasa Belanda dari ammonium sulfat dengan rumus kimia (NH₄)₂SO₄. Salah satu bahan garam anorganik yang mempunyai banyak kegunaan dalam kehidupan, contohnya bahan campuran untuk pupuk pengaya hara tanah maupun bahan tambahan pada makanan.


Inokulasi Mikroorganisme : Proses memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.


Fermentasi : Proses perubahan kimia pada suatu substrat organik melalui aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.


Konstipasi : Suatu keadaan yang ditandai oleh perubahan konsistensi feses menjadi keras, ukuran besar, penurunan frekuensi atau kesulitan defekasi.


Hemoroid : Gangguan anorektal yang mempunyai gejala perdarahan dan penonjolan saat defekasi.


Penyakit kardiovaskuler : Penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah.


Daftar Pustaka

Arief, A., Yolan, S., Mubarak, K., Pong, I., & Agung, B. (2016). Penggunaan pupuk Za sebagai pestisida anorganik untuk meningkatkan hasil dan kualitas tanaman tomat dan cabai besar. Jurnal Farmasi, 4(3), 73-82.


Eko, B. & Cicilia, S. (2019). Kimia Pangan. Mataram: Mataram University


Dwidjoseputro, D. (1994). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.


Helmenstine, A.M. 2022. Apa Itu Asam Asetat Glasial? thinkco.com/what-is-glacial-acetic-acid-4049300. Tanggal akses 26 Desember 2022.


Jannah, A.M. (2010). Proses fermentasi hidrolisat jerami padi untuk menghasilkan bioetanol. Jurnal Teknik Kimia, 17(1), 44-52.


Martiningsih & Haris, A. (2019). Risiko penyakit kardiovaskuler pada peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di puskesmas Kota Bima: korelasinya dengan ankle brachial index dan obesitas. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 200-208.


Mulyani, N. S. (2019). Asupan serat dan air sebagai faktor risiko konstipasi di Kota Banda Aceh. Majalah Kesehatan Masyarakat Aceh (MaKMA), 2(1), 75-82.


Santoso, I., Sitaresmi, Yanuar, A. (2000). Acetobacter xylinum galur lokal sebagai sumber alternatif untuk produksi selulosa. Jurnal Mikrobiologi.


Senjaya, A.A. (2014). Buah dapat menyebabkan gigi karies. Jurnal Ilmu Gizi, 5(1), 15-21.


Sirajuddin, S. (2012). Probiotik dan Prebiotik. Makassar: Universitas Hasanuddin.


Sudarsono, D.F. (2015). Diagnosis dan penanganan hemoroid. Jurnal Majority, 4(6), 31-34.


17 views0 comments

Recent Posts

See All

Comentarios


bottom of page