top of page

Glosarium


Fermentasi: Proses terjadinya perubahan kimia pada suatu substrat organik yang dihasilkan oleh mikrooganisme, seperti bakteri, kapang, dan khamir. Mikroorganisme yang berperan pada fermentasi membutuhkan nutrient, berupa karbohidrat, nitrogen, dan mineral agar dapat tumbuh secara optimal.


Enzim proteolitik: Banyak dikenal sebagai enzim protease. Enzim ini mampu mengkatalisis pemutusan ikatan peptide pada protein. Enzim proteolitik diproduksi oleh bakteri proteolitik. Enzim ini banyak digunakan di berbagai bidang, seperti pada bidang industri detergen karena mampu mengkatalisis noda yang mengandung protein pada pakaian.


Hifa: Hifa merupakan struktur fungus yang memiliki bentuk tabung menyerupai untaian benang panjang berwarna putih yang terbentuk dari pertumbuhan spora. Kumpulan hifa dapat disebut juga sebagai miselium. Hifa berfungsi dalam menyerap nutrient dari lingkungan dan membentuk struktur untuk reproduksi. Isi dari hifa ialah protoplasma yang dikelilingi oleh dinding kuat. Diameter hifa ini berkisar antara 3-30 µm.


Kapang: Biasa disebut mold. Kapang merupakan jamur renik yang memiliki miselia dan massa spora yang jelas. Selain itu, kapang dapat disebut juga sebagai fungi multiseluler yang memiliki filamen dan hidup secara saprofit atau parasit pada organisme lain. Kapang ini dapat tumbuh juga sebagai substrat dan dapat hidup pada kondisi asam.


Khamir: Biasa disebut yeast. Khamir banyak ditemukan di udara, akuatik, dan terrestrial. Beberapa dari khamir dapat hidup sebagai parasit, saprofit dan endofit pada daun. Khamir dapat ditemukan pada jaringan tanaman, daun, dan beberapa produk fermentasi. Khamir banyak dimanfaatkan dalam pembuatan kue, roti, dan beberapa produk makanan lainnya.


Selulosa: Selulosa merupakan komponen karbohidrat dengan rantai lurus dengan glukosa sebagai monomer penyusunnya. Ikatan antar monomernya dihubungkan oleh ikatan hidrogen. Selulosa tidak larut dalam perlarut dan tahan terhadap cairan kimia kecuali asam kuat. Daftar Pustaka:

Akbar, G. P., Kusdiyantini, E., & Wijanarka. (2019). Isolasi dan karakterisasi secara morfologi dan biokimia khamir dari limbah kulit nanas madu (Ananas comosus L.) untuk produksi bioethanol. Berkala Bioteknologi, 2(2), 1-11.


Fatriasari, W., Masruchin, N., & Hermiati, E. (2019). Selulosa Karakteristik dan Pemanfaatannya. Jakarta: LIPI Press.


Fitriana, N. & Asri, M. T. (2022). Aktivitas proteolitik pada enzim protease dari bakteri Rhizosphere tanaman kedelai (Glycine max L.) di Trenggalek. LenteraBio, 11(1), 144-152.


Kirana, V. N. (2014). Hubungan Variasi Perbandingan Konsentrasi Molase: Amonium Nitrat Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Minyak Aspergillus terreus dan Penicillium pinophilum. Skripsi, Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta.


Pamaya, D., Muchlissin, S. I., Maharani, E. T. W., Darmawati, S., & Ethica, S. N. (2018). Isolasi bakteri penghasil enzim protease Bacillus amyloliquefaciens irod2 pada oncom merah pasca fermentasi 48 jam. Seminar Nasional Edusaintek FMIPA UNIMUS.


R. Z. Ahmad. (2018). Medium tapioka untuk preservasi kapang yang bermanfaat untuk veteriner. Jurnal Mikologi Indonesia, 2(1), 1-6.


Suryani, Y., Hernaman, I., & Ningsih. (2017). Pengaruh penambahan urea dan sulfur pada limbah padat bioetanol yang difermentasi EM-4 terhadap kandungan protein dan serat kasar. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 5(1), 13-17.

19 views0 comments

Recent Posts

See All

TAUCO

Comments


bottom of page